Qowa´idul Fiqh kelas XIIC

Assalamualaikum wr.wb.
Bismillahirrohmanirrohim
Anak-anak ku kelas XIIC yang saya banggakan, alhamdulillah kita bisa bertemu kembali dalam pembelajaran online pada hari Rabu,5 Agustus 2020 M.
pada pembelajaran mata pelaran Qowa´idul Fiqh pertemuan kedua yang masih seputar pembahasan tentang Niat.

pada pertemuan pertama yang lalu kita membahas qoidah pertama yang berbunyi 
اَلْأُمُوْرُبِمَقَاصِدِهَا
yang artinya : keabsahan segala perkara itu bergantung pada niatnya.

maka dalam kajian hari ini saya akan menyampaikan 7 syarat yang menjadi keabsahan niat sebagai berikut :
1. Hakikat niat adalah : bertujuan pada sesuatu perkara yang disertai dengan melakukannya contoh : ketika kita berwudhu melafadhkan niat dihati maka harus berbarengan dengan membasuh wajah.
2. Hukum niat adalah : hukumnya wajib contoh ketika kita sholat maka wajib hukumnya bagi kita untuk mengucapkan niat. 
3. Tempat niat adalah : didalam hati, maka ketika kita niat dalam melakukan ibadah misalkan sholat dengan mengucapkan kalimat
أُصَلِّی فَرْضَ الظُّهْرأَرْبَعَ رَکَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًالِلَّهِ تَعَالَی
tempatnya adalah dalam hati 
adapun lisan kita mengucapkan niat itu adalah semata mata untuk memudahkan hati kita dalam berniat.
4. Waktunya niat adalah : diawal ibadah kecuali puasa wajib seperti puasa romadhon dan zakat mak boleh sebelumnya awal ibadah.
contoh ibadah sholat maka waktu niat harus bersamaan dengan takbirotul ihrom karena takbirotul ihrom adalah permualaan dari ibadah sholat.
sedangkan puasa wajib romadhon permulaannya adalah mulai terbitnya fajar shodiq maka boleh bagi kita membaca niatnya sebelum terbit fajar shodiq karena sulitnya kita menetapkan niat bersamaan dengan terbitnya fajar shodiq.
5. Tata cara niat adalah : berbeda-beda sebab perbedaan ibadah yang berhubunga dengan niat 
contoh sholat dengan kalimat
أصلی فرض الظهر
puasa dengan kalimat 
نويت الصوم 
6. Syaratnya niat adalah : Islam, Tamyiz, dan tidak adanya perkara yang membatalkan niat.
contoh : ketika seseorang melakukan ibadah sholat dia mengatakan kalau nanti hujan turun maka saya batalkan sholatku
ucapan tersebut bisa membatalkan niat ibadah sholat disaat pertengahan sholat benar benar turun hujan meskipun dia tetap melanjutkan sholatnya 
karena dia menggantungkan niat sholat dengan perkara lain.
7. Tujuan niat adalah : membedakan ibadah atau membedakan derajat/pangkat ibadah 
seperti ibadah wajib dan sunnah.

demikian pembahasan materi pada hari ini semoga menjadi ilmu yang manfaat dan barokah amin
Wassalamualaikum wr.wb.





Postingan populer dari blog ini

Nahwu kelas 7

Nahwu kelas 11c

Nahwu kelas 7c